Pesisir Pantai dan Kali di Kabaena Selatan Tercemar, Penyebabnya Diduga Akibat Aktivitas Tambang PT TBS

Bombana110 Dilihat

KENDARI, KABARTERKINISULTRA.COM – Pesisir Pantai dan Kali di Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) tercemar, yang menunjukkan air berwarna merah, tak seperti sedia kala.

Tercemarnya Pesisir Pantai dan Kali di Kabaena Selatan, ditenggerai adanya aktivitas penambangan ore nikel. Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan dan Kehutan (AMPLK) menyebut hal tersebut diduga dilakukan PT Tambang Bumi Sulawesi (TBS) yang berlokasi di Desa Pu’ununu.

“Aliran kali dan pesisir pantai diduga tercemar akibat aktivitas PT Tambang Bumi Sulawesi, semakin parah saat musim penghujan datang, kali dan pesisir pantai warnanya makin kemerahan, pasalnya lumpur merah ikut terbawa,” kata dia dalam rilis yang diterima awak media ini, Minggu (12/1/2025).

Ia menduga PT TBS di Blok Watalara, Desa Pu’ununu dalam melakukan aktivitasnya tidak membuat sedimen pont atau kolam pengendap, sehingga menyebabkan limbah dan lumpur aktivitas tambang langsung mengalir ke kali dan pesisir pantai.

BACA JUGA :  Gaff Coffe Kendari Hadir Dengan Desain Kekinian, Cocok untuk Nongkrong

Mestinya, apabila mengacu pada aturan perundang-undangan bagaimana kaidah penambangan yang baik, dan sebuah kewajiban perusahaan sebelum beraktivitas membuat sedimen pont agar limbah atau lumpur tidak langsung mengalir ke kali dan pesisir pantai.

“PT TBS kami duga khususnya di Blok Watalara Desa Pu’ununu tidak membuat sedimen pont, sehingga saat hujan lumpur akibat aktivitas tambang langsung mengalir ke kali dan pesisir pantai,” ungkap jebolan HMI ini.

Ia menuturkan bahwa hal tersebut jika dibiarkan berlarut-larut akan berdampak pada masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai nelayan.

“Yang paling akan merasakan dampaknya adalah nelayan yang sehari-harinya pergi melaut mencari ikan, mereka akan semakin jauh melaut,” ungkapnya.

“Belum lagi flora fauna di kali dan pesisir pantai, pasti terdampak,” tambahnya.

Olehnya itu, dia menyampaikan bahwa seharusnya PT TBS memperhatikan baku mutu air seperti diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003.

BACA JUGA :  UMKM Binaan PT GKP Tampilkan Produknya di Ekspose Bupati dan Wakil Bupati Konkep Periode 2021-2026

“Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 113 Tahun 2003 sudah mengatur jelas tentang kewajiban perusahaan untuk membuat sedimen pont, dan memperhatikan baku mutu air, kami menduga PT TBS tidak mengindahkan aturan ini,” tuturnya.

“Dan diatur juga di Permen LHK Nomor 5 Tahun 2022 tentang pengolahan air limbah bagi usaha dan atau kegiatan pertambangan dengan menggunakan metode lahan basah buatan, PT TBS di Blok Watalara Desa Pu’ununu kami duga tidak melaksanakan aturan ini,” tambahnya.

Untuk itu pihaknya meminta pihak berwenang untuk memberikan tindakan terhadap PT TBS.

“Kami minta pihak berwenang untuk mengambil tindakan tegas,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu Penanggung Jawab PT TBS, Basmala yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp, SMS dan panggilan telepon belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Editor: Anugerah

Komentar