Demo Bersajam Dinilai Ancam Ketertiban, Raja Moronene Dukung Langkah Kapolres Bombana 

Kendari64 Dilihat

BOMBANA, KABARTERKINISULTRA.COM  Kerajaan Moronene Keuwia-Rumbia angkat suara ihwal pengamanan aksi unjuk rasa penolakan rencana pertambangan PT Sultra Industri Park (SIP). Raja Moronene, Alfian Pimpie, menyatakan dukungannya terhadap langkah tegas Kapolres Bombana yang mengamankan sejumlah peserta aksi karena diduga membawa senjata tajam.

Aksi yang mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat Bombana itu digelar untuk menolak rencana investasi PT SIP. Namun aparat kepolisian menemukan adanya peserta aksi yang membawa golok atau senjata tajam lainnya.
“Kapolres tidak hanya duduk di belakang meja. Beliau turun langsung mendampingi anggota di lapangan untuk memastikan situasi tetap aman. Itu yang kami apresiasi,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

BACA JUGA :  Bukan Sekadar Janji, Ridwan Bae Buktikan Kerja Nyata Lewat Puluhan Ribu Program BSPS di Sultra ​

Menurut Alfian, keberadaan senjata tajam dalam aksi demonstrasi bukan lagi bagian dari kebebasan berpendapat, melainkan ancaman terhadap ketertiban umum. Ia menilai tindakan pengamanan yang dilakukan jajaran Kepolisian Resor Bombana merupakan langkah preventif agar situasi tidak berkembang menjadi anarkis.

“Kalau ada yang membawa sajam, tentu itu sudah di luar batas. Aparat wajib bertindak. Kami tidak ingin bumi Bombana dicederai oleh tindakan-tindakan yang meresahkan,” katanya.

Alfian juga menyinggung adanya dugaan kepentingan kelompok tertentu di balik aksi penolakan tersebut. Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Bombana tengah menyiapkan wadah resmi berupa koperasi untuk menyambut rencana investasi PT SIP. Menurutnya, skema itu dimaksudkan agar masyarakat lokal dapat terlibat secara legal dan terstruktur.

BACA JUGA :  Dikaitkan Soal Kasus Penelantaran Jemaah Umrah, Halisa Tour Bakal Tempuh Jalur Hukum

“Tapi oknum yang selama ini mengoordinir tambang ilegal merasa terusik. Mereka kemudian melakukan demo dengan mengatasnamakan mahasiswa dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat Bombana, khususnya komunitas adat Moronene, menginginkan situasi yang kondusif agar pembangunan dapat berjalan tanpa intimidasi kelompok tertentu.

“Kami berterima kasih kepada Kapolri yang menempatkan putra terbaik Polri di Bombana. Dengan tindakan tegas seperti ini, kami yakin dalam waktu dekat preman-preman berkedok ormas akan hengkang dari bumi Bombana,” tandasnya.

 

Editor: Anugerah

 

Komentar