Disnakeswan Konsel Serahkan Perguliran Sapi Kelompok Tani Ternak Dayaguna

Konawe Selatan298 Dilihat

 

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan menyerahkan perguliran ternak sapi kepada anggota Kelompok Tani Ternak Dayaguna di Desa Margacinta, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (16/9/2026).

Penyerahan perguliran tersebut merupakan bagian dari pengelolaan bantuan ternak sapi yang sebelumnya diterima Kelompok Tani Ternak Dayaguna melalui APBD Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2018.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, yang melakukan penyerahan secara langsung mengatakan bantuan yang diterima kelompok pada 2018 berjumlah 25 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, satu ekor mati sehingga tersisa 24 ekor.

Menurutnya, berdasarkan laporan dari kelompok, ternak sapi yang dikelola sejak 2018 kini telah berkembang menjadi sekitar 60 ekor yang berada dalam kelompok.

Ia menjelaskan, perguliran yang dilakukan pada kegiatan tersebut merupakan perguliran untuk anggota kelompok dan telah memasuki giliran berikutnya. Sebanyak 18 ekor sapi diserahkan untuk digulirkan kepada anggota baru Kelompok Tani Ternak Dayaguna.

“Manajemen pengelolaannya, ya kita beri apresiasi, karena dari 2018 sampai hari ini sudah berjumlah 60 ekor,” ujar Irwan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Irwan Hasanuddin Silondae mengecek langsung kondisi hewan ternak dikandang. Foto: Kabarterkinisultra.com

Irwan mengatakan, kegiatan tersebut bukan merupakan pemberian bantuan baru, melainkan bagian dari pemantauan terhadap keberhasilan bantuan yang telah diberikan melalui APBD Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2018.

“Ini tinggal memantau, ya, sejauh mana keberhasilan bantuan yang diberikan melalui APBD Provinsi tahun 2018 kepada Kelompok Tani Ternak Dayaguna ini,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan turut memberikan pendampingan melalui penyuluhan kepada kelompok, antara lain mengenai cara budidaya ternak sapi, pengelolaan kandang, serta kesehatan ternak.

Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi dan kolaborasi pemerintah kabupaten terhadap program bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tenggara.

Irwan berharap pengelolaan ternak yang dilakukan Kelompok Tani Ternak Dayaguna dapat menjadi contoh bagi kelompok tani ternak lainnya dalam mengembangkan usaha peternakan.

BACA JUGA :  Cegah Penyebaran TBC Hewan, Dinas Peternakan Konsel dan Karantina Perkuat Pengawasan di Wolasi

“Nah, tentunya harapan kami ini betul-betul menjadi contoh untuk kelompok-kelompok tani ternak lainnya supaya bisa seperti Kelompok Ternak Dayaguna ini. Dia bisa tumbuh dan berkembang,” katanya.

Menurut Irwan, pengelolaan ternak yang berjalan baik juga berkaitan dengan upaya meningkatkan perekonomian atau pendapatan anggota kelompok.

“Dan tidak lain ya salah satu bantuan ini bisa meningkatkan, ya, perekonomian atau pendapatan dari anggota kelompok itu sendiri,” ujarnya.

Kadis DPKH Konsel mengecek kandang milik kelompok tani Dayaguna Desa Margacinta Kecamatan Moramo. Foto: Kabarterkinisultra.com

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ternak Dayaguna, Sarno, menjelaskan bahwa bantuan sapi yang diterima kelompok pada 2018 berjumlah sekitar 25 ekor. Setelah satu ekor mati, kelompok kemudian mengelola 24 ekor sapi yang tersisa.

“Bantuan tahun 2018. Kebetulan saya dibantu 2018, kelompok Dayaguna itu dibantu sekitar 25 ekor. Hanya kebetulan pada waktu itu ada yang kelainan, satu mati, sehingga hanya 24 ekor,” kata Sarno.

Sarno mengatakan, selama pengelolaan sejak 2018 hingga 2026, kelompok telah melakukan perguliran sebanyak tiga kali. Dari 24 ekor sapi yang tersisa, jumlah ternak berkembang menjadi sekitar 60 ekor lebih.

“Alhamdulillah, kami kelola selama ini toh, dari 2018 sampai 2026 ini sekarang kita sudah bergulirkan tiga kali perguliran,” ujarnya.

“Artinya dari 24 ekor sudah mencapai 60-an ekor lebih. Itu dari anggota, 60 orang sudah terbagi semua, dan sekarang kembali ke penerima pertama lagi,” lanjutnya.

Menurut Sarno, sistem perguliran dilakukan di dalam kelompok dengan mekanisme satu ekor dikembalikan untuk kemudian digulirkan kepada anggota kelompok lainnya.

“Sistemnya satu kembali satu. Jadi saya kasih bibit mereka satu, dan nanti mengembalikan satu untuk anggota yang lain,” katanya.

Ia menegaskan, perguliran ternak tersebut hanya dilakukan di dalam Kelompok Tani Ternak Dayaguna.

BACA JUGA :  Cegah Penyebaran TBC Hewan, Dinas Peternakan Konsel dan Karantina Perkuat Pengawasan di Wolasi

“Tapi bergulir dalam satu kelompok. Kami tidak gulirkan di luar kelompok, kami gulirkan di dalam kelompok,” ujar Sarno.

Terkait kesehatan ternak, Sarno mengatakan kelompok mendapat dukungan petugas yang terdiri dari dokter dan petugas inseminasi buatan (IB).

“Kalau kesehatannya kebetulan di sini kan ada petugas. Yang ada dokter, ada petugas IB dua orang, dokter satu orang,” katanya.

Sarno juga menyampaikan bahwa kelompok pernah menghadapi wabah penyakit Jembrana pada periode sekitar 2022 hingga 2024 yang menyebabkan kematian ternak dalam jumlah besar di wilayah tersebut.

“Memang wabah besar-besaran di sini, 1.000 ekor lebih yang mati,” ujarnya.

Untuk kegiatan tahun 2026, Sarno menegaskan bahwa tidak ada bantuan baru berupa sapi, melainkan hanya pelaksanaan perguliran ternak di antara anggota kelompok.

Ia berharap ke depan terdapat program yang dapat mendukung kelompok ternak yang telah menjalankan pengelolaan dan perguliran ternak tersebut.

“Ya harapan saya, dengan istilahnya kerja keras kami dari pihak pengurus kelompok dan anggota kelompok, ya harapannya ya ada uluran tangan dari dinas terkaitlah,” katanya.

Sarno juga berharap kelompoknya dapat diikutsertakan dalam program-program pemerintah yang berkaitan dengan pengembangan kelompok ternak.

“Kalau harapan saya, siapa tahu ada memang program-program yang mengarah kepada kelompok ternak, tolong kami juga diikutsertakan, artinya diberi supaya kami juga ingin mengelola seperti apa yang telah kita kasih dari dari provinsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila mendapat dukungan program dari Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, kelompok akan mengelolanya dengan mekanisme pengelolaan ternak yang selama ini telah dijalankan.

“Dan insya Allah kalau kami dikasih dari kabupaten akan kami kelola juga sebagaimana mungkinlah, sebagaimana mestinya lah kita kelola,” kata Sarno.

Editor: Redaksi

Komentar