Distanak Konawe Selatan Dorong Kemandirian Pakan Melalui Sosialisasi dan Demplot UMB di Landono

Konawe Selatan178 Dilihat

 

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menggelar sosialisasi dan demonstrasi plot (demplot) pembuatan Urea Molasses Block (UMB) di Desa Lalonggapu, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 22 yang digagas oleh Project Leader sekaligus Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Disnak Keswan Konsel, Mila Hamriani,  dengan mengangkat judul “Optimalisasi Kualitas dan Efisiensi Pakan Sapi Potong Melalui Teknologi Adaptif Berbasis Bahan Lokal pada Pembuatan Urea Molasses Block (UMB)”.

Acara tersebut dihadiri langsung Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Disnak Keswan Konsel Jufri Alhuda, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Mila Hamriani, aparat Desa Lalonggapu, serta puluhan warga peternak setempat.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya.

Menurutnya, UMB berfungsi sebagai sumber pakan cadangan yang sangat dibutuhkan oleh peternak, terutama saat menghadapi musim kemarau.

“Tujuannya pertama kegiatan ini menggunakan bahan-bahan lokal yang ada di sekitar masyarakat. Pembuatan UMB ini adalah salah satu sumber pakan cadangan yang sangat dibutuhkan saat musim kemarau, maupun di musim biasa. Jika penyimpanannya baik, UMB ini dapat bertahan hingga satu tahun,” ujar Irwan Hasanuddin Silondae.

Proses demonstrasi plot (demplot) pembuatan Urea Molasses Block (UMB) di Desa Lalonggapu, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Rabu (4/11/2026). Foto: Istimewa

Ia menambahkan, inovasi ini bertujuan agar para peternak tidak kesulitan mencari sumber pakan hijauan hingga ke desa lain saat terjadi krisis pakan. Bahan-bahan pembuatan UMB tergolong murah dan mudah didapatkan di toko tani maupun dari potensi lokal di sekitar penduduk.

BACA JUGA :  Tingkatkan Bobot Sapi Tanpa Pakan Mahal, Disnak Keswan Konsel Kenalkan Teknologi UMB Berbasis Bahan Lokal di Ranomeeto Barat

Lebih lanjut, Irwan menyatakan bahwa respon masyarakat terhadap sosialisasi dan praktik langsung pembuatan UMB ini sangat luar biasa. Berdasarkan laporan yang diterima, ternak sapi sangat menyukai suplemen tersebut dengan cara dijilat pagi dan sore hari.

UMB berfungsi sebagai penambah nafsu makan, suplemen nutrisi, serta membantu meningkatkan bobot badan ternak.

“Konawe Selatan merupakan sumber sapi potong dan sumber bibit sapi Bali sesuai Keputusan Menteri. Ini menjadi potensi dan peluang untuk mengembangkan ternak sapi di Kabupaten Konawe Selatan,” tambahnya.

Jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) bersama masyarakat pada kegiatan sosialisasi dan demonstrasi plot (demplot) pembuatan Urea Molasses Block (UMB) di Desa Lalonggapu, Kecamatan Landono, Rabu (4/11/2026). Foto: Istimewa

Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Disnak Keswan Konsel, Jufri Alhuda, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan UMB ini merupakan adopsi dari program kementerian yang sebelumnya pernah dilaksanakan oleh pihak BRMP Sulawesi Tenggara di Desa Alebo, Kecamatan Konda.

“Di Konawe Selatan, UMB sebelumnya belum pernah diaplikasikan secara luas ke kecamatan lain selain di Desa Alebo. Berdasarkan kunjungan dan aksi perubahan yang dilakukan, respon masyarakat sangat bagus,” ungkap Jufri Alhuda.

Ia merincikan, ukuran satu blok UMB dibuat dengan berat sekitar 500 gram (setengah kilogram) per ekor ternak. Satu buah UMB dapat bertahan selama dua hingga tiga bulan pemakaian jika terus-menerus dijilat, serta dapat bertahan hingga satu tahun jika disimpan di tempat kering dan tidak berjamur. UMB tidak hanya diperuntukkan bagi sapi, tetapi juga dapat digunakan untuk ternak kambing dan babi.

BACA JUGA :  Disnakkeswan Konsel Laksanakan Pendampingan Bantuan 20 Bibit Kambing Program Kementan untuk Kelompok Ternak di Buke

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Disnak Keswan Konsel sekaligus Project Leader, Mila Hamriani, menyampaikan bahwa program inovasi ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis Konawe Selatan yang memiliki populasi ternak terbesar di Sulawesi Tenggara, namun kerap menghadapi kendala krisis pakan akibat faktor iklim.

“Program ini telah dilaksanakan di tiga kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan, yaitu Kecamatan Kolono Barat, Kecamatan Kolono, dan Kecamatan Laonti, serta disambut baik oleh kelompok peternak yang sedang menghadapi krisis pakan,” jelas Mila.

Mila juga menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat terkait penggunaan unsur urea pada pakan ternak. Menurutnya, kekhawatiran tersebut tidak beralasan asalkan pencampuran urea dilakukan sesuai dengan komposisi dan takaran standar yang telah ditetapkan.

Melalui pemanfaatan limbah pertanian yang dikemas bersama bahan lokal, produk olahan ini dapat berfungsi secara optimal sebagai suplemen pakan bernutrisi tinggi.

Ke depan, pihak Disnak Keswan Konsel merencanakan agar kegiatan sosialisasi dan pelatihan pembuatan UMB dapat diperluas mencakup 25 kecamatan di Konawe Selatan, serta diusulkan dalam program prioritas melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 secara berkelanjutan.

Inovasi pemanfaatan UMB ini mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Salah seorang peternak, Muhammad Soleh, menilai inovasi tersebut sangat bermanfaat bagi para peternak dan langsung mempraktikkan serta mengaplikasikannya pada ternak mereka.

Editor: Redaksi

Komentar