Dorong Ketahanan Pangan Desa, Dinas Peternakan Konsel Tinjau Bantuan Ayam Petelur Kementan di Papawu

Konawe Selatan292 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus berkomitmen mendorong peningkatan perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa.

Hal ini dibuktikan melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) program bantuan ternak ayam petelur dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI di Desa Papawu, Kecamatan Andoolo Barat, Senin (5/10/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) lewat Balai Besar Veterinary Maros ini menyasar Kelompok Tani Bulusa di Desa Papawu sebagai penerima manfaat.

Adapun paket bantuan lengkap yang diterima oleh Kelompok Tani Bulusa meliputi 1 unit kandang ternak ayam petelur yang siap pakai, Bibit ayam petelur (pullet) berumur 5 bulan (16 minggu), Pakan ternak untuk kebutuhan selama 3 bulan, Paket obat-obatan dan vaksinasi pendukung kesehatan ternak serta Bimbingan teknis intensif langsung dari pendamping Balai Besar Veterinary Maros.

Hadir langsung dalam kegiatan monitoring tersebut, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, didampingi Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi, Jufri Alhuda, tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Andoolo Barat, serta jajaran pengurus kelompok tani.

BACA JUGA :  Optimalkan Pelayanan Publik, DPMPTSP Konsel Rutin Evaluasi Kinerja dan Hadirkan Inovasi Peindio GIS

Dalam peninjauannya di lokasi kandang, Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Konsel, Irwan Hasanuddin Silondae, menyampaikan apresiasinya atas realisasi bantuan yang dinilai sangat representatif dan sesuai dengan spesifikasi teknis.

“Alhamdulillah, pekerjaan bantuan ini sudah diserahterimakan dan kandangnya sangat representatif. Ayam-ayam bantuan ini usianya kurang lebih 16 minggu (5 bulan), kondisinya sehat, bertumbuh besar, dan bahkan beberapa di antaranya sudah mulai bertelur,” ujar Irwan Hasanuddin Silondae di lokasi monitoring.

tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Andoolo Barat. Foto: Istimewa

Ia berharap bantuan dari pemerintah pusat yang lengkap dengan pakan, obat-obatan, serta bimbingan teknis ini dapat dimaksimalkan dengan baik oleh anggota kelompok tani untuk meningkatkan pendapatan (income) anggota serta menjadi pemicu motivasi bagi warga sekitar dalam membudidayakan ayam petelur.

“Kami berharap Kelompok Tani Bulusa bisa menjadi pionir dan inspirasi bagi calon peternak lainnya di Konawe Selatan. Selain meningkatkan pemenuhan gizi protein masyarakat dari telur, program ini menjadi langkah nyata dalam memajukan ekonomi warga,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Bulusa, Parjo, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pertanian RI serta jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

BACA JUGA :  DPMPTSP Konsel Sosialisasi Ketentuan LKPM 2026: Usaha Menengah dan Besar Wajib Lapor

“Kami atas nama pengurus dan seluruh anggota Kelompok Tani Bulusa mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan Konsel. Bantuan ini sangat bermanfaat dan kami siap mengelolanya dengan sebaik-baiknya,” ungkap Parjo dengan penuh antusias.

tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Andoolo Barat bersama Kelompok Tani Bulusa. Foto: Istimewa

Senada dengan hal tersebut, perwakilan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Andoolo Barat mengapresiasi sinergi lintas sektor antara Kementerian Pertanian dan Pemkab Konawe Selatan.

Pihak penyuluh bersama tim pendamping teknis dari Balai Besar Veterinary Maros berkomitmen akan terus mendampingi dan memberikan pengawalan teknis agar budidaya ayam petelur ini berkelanjutan dan memberikan hasil optimal.

Dengan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, serta pendampingan intensif dari para penyuluh di lapangan, program bantuan ayam petelur ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat lokal, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian pedesaan di Kabupaten Konawe Selatan.

Editor: Redaksi

Komentar