Dukung Aksi Perubahan Pakan Ternak Adaptif, Disnak Keswan Konsel Konsultasi ke Kementan RI

Konawe Selatan132 Dilihat

JAKARTA, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan efisiensi di sektor peternakan.

Hal ini dibuktikan melalui konsultasi dan koordinasi di Direktorat Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

Hadir langsung dalam pertemuan tersebut, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Disnak Keswan Konsel, Jufri Alhuda, guna mendampingi serta mengawal usulan aksi perubahan yang berfokus pada pengembangan teknologi pakan sapi potong berbasis sumber daya lokal.

Kunjungan strategis ini dilakukan dalam rangka menggalang dukungan penuh dari Kementan RI terhadap Implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 22 yang digagas oleh Project Leader, Mila Hamriani.

Aksi perubahan tersebut mengangkat judul “Optimalisasi Kualitas dan Efisiensi Pakan Sapi Potong Melalui Teknologi Adaptif Berbasis Bahan Lokal pada Pembuatan Urea Molasses Block (UMB)”.Pada rangkaian koordinasi bersama Sekretaris Pribadi (Sepri) Direktur Pakan, dilaksanakan pula prosesi serah terima surat dukungan.

BACA JUGA :  Hadapi Kemarau, Dinas Peternakan Konawe Selatan Dampingi Peternak Siapkan Pakan Cadangan
Direktur Pakan Ternak Kementan RI, Dr. Ir. Tri Melasari, S.Pt., M.Si., IPM., (kanan) menyerahkan dukungan resmi kepada Project Leader Aksi Perubahan, Mila Hamriani, S.Pd. (kiri). Foto: Istimewa

 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pakan Ternak Kementan RI, Tri Melasari, mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, menyerahkan secara langsung dukungan resmi kepada Project Leader Aksi Perubahan, Mila Hamriani.

Pengembangan pakan melalui pembuatan Urea Molasses Block (UMB) berbasis bahan lokal ini dirancang sebagai solusi adaptif dan efisien bagi para peternak di Konawe Selatan. Pakan suplementasi berbentuk blok padat ini kaya akan nutrisi, protein, dan mineral yang mampu meningkatkan produktivitas serta bobot tubuh sapi potong secara optimal.

Jufri Alhuda menyampaikan bahwa pemanfaatan bahan lokal untuk UMB tidak hanya menekan biaya pakan yang kerap menjadi kendala utama peternak, tetapi juga memanfaatkan potensi limbah pertanian daerah agar memiliki nilai guna tinggi.

BACA JUGA :  Gunakan Kawasan Hutan Sesuai Izin PPKH, Ifishdeco Imbau Publik Tak Mudah Terpancing Informasi Tak Benar

“Langkah koordinasi dengan Direktorat Pakan Kementan RI ini sangat krusial untuk memastikan bahwa teknologi adaptif yang dirancang oleh Ibu Mila Hamriani mendapatkan penguatan teknis, regulasi, serta dukungan program dari pemerintah pusat. Harapannya, inovasi UMB ini dapat diterapkan secara meluas oleh kelompok ternak di Konawe Selatan,” ujar Jufri.

Project Leader Aksi Perubahan, Mila Hamriani, S.Pd. (kiri), Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Disnak Keswan Konsel, Jufri Alhuda, S.Pt., M.Pt. (tengah) dan pegawai Kementerian Pertanian Republik Indonesia (kanan). Foto: Istimewa

Melalui aksi perubahan ini, Disnak Keswan Konawe Selatan optimistis dapat menciptakan ekosistem peternakan yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi UMB berbasis bahan lokal diproyeksikan mampu menjadi percontohan pakan suplementasi yang mudah terjangkau oleh masyarakat.

Dukungan positif dari Direktorat Pakan Kementan RI menjadi angin segar bagi percepatan implementasi program di lapangan, sekaligus bentuk sinergi nyata antara pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional berbasis peternakan rakyat.

Editor: Redaksi

Komentar