Hadapi Kemarau, Dinas Peternakan Konawe Selatan Dampingi Peternak Siapkan Pakan Cadangan

Konawe Selatan197 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Kemarau panjang dan kekeringan menyebabkan peternak di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, mengalami kesulitan mendapatkan pakan alami berupa rumput.

Kondisi tersebut diperparah kebakaran lahan seluas 12,5 hektare di Padang Penggembalaan Desa Anduna, Kecamatan Laeya, yang mengakibatkan pasokan rumput gajah untuk 37 ekor sapi habis terbakar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, SP., M.Si., mengatakan keterbatasan pakan dan sumber air menjadi keluhan para peternak selama musim kemarau.

“Keluhannya pasokan pakan seperti rumput yang terbatas karena kekeringan dan sumber air,” ungkap Irwan.

Ia menjelaskan, luas lahan yang termanfaatkan di Padang Penggembalaan Desa Anduna mencapai sekitar 25 hingga 30 hektare. Namun, sekitar 12,5 hektare di antaranya mengalami kebakaran sehingga ketersediaan rumput gajah sebagai sumber pakan ternak berkurang.

BACA JUGA :  Dorong Ketahanan Pangan Desa, Dinas Peternakan Konsel Tinjau Bantuan Ayam Petelur Kementan di Papawu

“Di Padang Penggembalaan Desa Andona sekitar 12,5 hektar mengalami kebakaran dan rumput gajah yang menjadi pasokan pakan 37 ekor sapi mengalami kekurangan,” ungkap Irwan.

DPKH Konsel mengecek langsung ternak masyarakat dikandang dalam rangka pendampingan untuk menghadapi kemarau dan menyiapkan pakan cadangan. Foto: Istimewa

Menurut Irwan, dampak kekeringan juga dirasakan peternak yang memelihara sapi di dalam kandang. Mereka harus mencari pakan ke desa atau lokasi lain karena sumber rumput yang sebelumnya mudah dijangkau kini semakin terbatas.

“Saat ini peternak kita kewalahan mencari sumber pakan karena kekeringan, yang tadinya dekat kini harus mencari pakan di desa atau tempat lain,” tutur Irwan.

DPKH Konsel saat mengecek kondisi ternak masyarakat sekaligus memberikan pendampingan untuk menyiapkan pakan cadangan dalam menghadapi kemarau. Foto: Istimewa

Ia mengatakan, keterbatasan pakan alami dapat memengaruhi bobot dan kualitas ternak di Konawe Selatan. Kondisi ini menjadi perhatian karena Konsel merupakan salah satu daerah pemasok daging terbesar untuk Kota Kendari dan wilayah Sulawesi Tenggara.

BACA JUGA :  Mantan Sekda Sultra Asrun Lio Tersangka Korupsi Mamin, Kejati Ungkap Mark Up hingga Belanja Fiktif

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan mencatat populasi sapi di daerah tersebut saat ini mencapai sekitar 54 ribu ekor, sedangkan populasi kambing sekitar 2 ribu ekor.

Untuk mengantisipasi keterbatasan pakan saat kemarau, sejumlah peternak yang telah mengikuti pelatihan mulai memanfaatkan pakan cadangan melalui proses fermentasi dengan pendampingan petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.

“Beberapa peternak yang sudah mengikuti pelatihan mengantisipasi hal ini dengan memberikan pakan cadangan melalui memfermentasi cadangan makanan didampingi petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Komentar