Jelang Porprov di Kota Kendari, Jabatan Ketua KONI Buteng Masih Kosong

Kendari91 Dilihat

BUTENG, KABARTERKINISULTRA.COM – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara ke-XV Tahun 2026 di Kota Kendari sudah di depan mata. Namun, di tengah waktu yang menyisakan waktu sekitar satu bulan lagi, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) justru didera ketidakpastian internal organisasi akibat kekosongan kepemimpinan definitif di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

 

Kondisi kritis ini memicu kekhawatiran mendalam dari berbagai pihak, salah satunya Pengurus Kabupaten Taekwondo Indonesia (Pengkab TI) Buton Tengah. Mereka mendesak agar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Buteng untuk periode 2026–2030 segera dilaksanakan demi menyelamatkan nasib para atlet.

Sekretaris sekaligus Kepala Pelatih Taekwondo Buteng, Ahmad Zaini, S.Pd., menegaskan bahwa kejelasan nakhoda KONI sangat krusial dalam mengoordinasikan dan mengonsolidasikan seluruh cabang olahraga (cabor) menjelang ajang yang akan bergulir pada 6–12 Desember 2026 tersebut.

BACA JUGA :  Mediasi PHK Bank Sultra: KSBSI Sultra Desak Manajemen Penuhi Hak-Hak Pekerja

“Jangan sampai atlet yang sudah berjuang keras melalui latihan dan pengorbanan justru harus menghadapi ketidakpastian akibat persoalan organisasi. Kepentingan atlet dan nama baik Kabupaten Buton Tengah harus menjadi prioritas bersama,” ujar Ahmad Zaini, Kamis, 5 Oktober 2026.

Pengkab TI Buteng mengidentifikasi lima dampak fatal jika Musorkablub terus ditunda:
Koordinasi Lumpuh: Lemahnya komunikasi dan sinergi antara KONI dan seluruh cabor dalam menyusun langkah persiapan kontingen.
Kebijakan Macet: Keputusan strategis mengenai kebutuhan atlet, pelatih, hingga urusan administrasi kontingen berpotensi besar terlambat.
Persiapan Atlet Terganggu: Atlet terancam kehilangan fokus akibat tidak adanya kepastian program latihan, pemusatan latihan (TC), serta dukungan fasilitas yang memadai.
Urusan Dana Tersendat: Ketidakjelasan tata kelola organisasi dapat memicu persoalan serius pada proses koordinasi anggaran dan pertanggungjawaban pendanaan cabor.
Krisis Kepercayaan: Situasi yang menggantung ini lambat laun meruntuhkan semangat, kenyamanan, dan rasa percaya para pelatih serta atlet yang akan bertanding.

BACA JUGA :  LPI Bakar Lilin di Depan Mako Polda Sultra, Bentuk Dukungan ke Prabowo dan Polri Usut Kasus Penyadapan

Menyikapi situasi yang kian mendesak, Pengkab TI Buteng meminta Pemerintah Daerah, KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Buton Tengah untuk segera turun tangan. Musorkablub harus segera digelar bukan sebagai ajang perpecahan, melainkan momentum pembenahan untuk melahirkan kepengurusan KONI yang definitif dan solid.

“Dengan waktu yang terus berjalan mundur, setiap detik keterlambatan organisasi dinilai akan langsung mempertaruhkan nasib prestasi dan nama baik Kabupaten Buton Tengah di panggung Porprov Sultra XV 2026,” Ungkapnya.

 

Editor: Anugerah

Komentar