Peternak Sapi Di Kecamatan Moramo Apresiasi Perhatian DPKH Konsel ‎

Konawe Selatan206 Dilihat

‎KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di Kecamatan Moramo. Kegiatan ini menitikberatkan pada penilaian pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) serta kondisi kesehatan ternak milik masyarakat.

‎Pelaksanaan monev dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Moramo dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, antara lain Kepala Bidang Pembibitan Dan Produksi, Kepala BPP Moramo, Desiminator Kecamatan Moramo, serta peternak lokal.

‎Dalam kegiatan tersebut, tim dari DPKH turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi peternakan warga. Aspek yang diamati meliputi tata kelola pemeliharaan, ketersediaan pakan, hingga langkah-langkah pencegahan penyakit pada ternak. Pemerintah daerah menilai, penguatan aspek teknis di tingkat peternak menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.

‎Selain pemantauan umum, evaluasi terhadap program Inseminasi Buatan juga menjadi fokus utama. Penilaian dilakukan untuk mengukur perkembangan pelaksanaan IB serta dampaknya terhadap peningkatan populasi dan mutu genetik ternak, khususnya sapi.

‎Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Jufri Alhuda, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan sekaligus pembinaan bagi peternak.

‎“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan sesuai sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peternak,” ujarnya, Selasa (08/04/2026).

Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Jufri Alhuda bersama Kepala BPP Kecamatan Moramo melakukan diskusi terkait peternakan di Kecamatan Moramo. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Menurut dia, evaluasi terhadap program IB menjadi langkah penting untuk mengetahui capaian di lapangan sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi.

‎“Melalui evaluasi ini, kami dapat melihat tingkat keberhasilan program sekaligus menemukan berbagai hambatan yang perlu segera ditindaklanjuti,” katanya.

‎Ia menambahkan, DPKH Konawe Selatan akan terus memperkuat pendampingan kepada peternak melalui kegiatan penyuluhan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, guna mendorong pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan di wilayah tersebut.

‎Sementara itu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Moramo, Muh. Soleh, menilai kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) menjadi momentum penting, kehadiran tim monev tidak hanya sebatas melakukan penilaian, tetapi juga membuka ruang dialog terkait berbagai persoalan yang dihadapi peternak.

BACA JUGA :  DPKH Konsel Monev di Kecamatan Konda, Evaluasi Program IB dan Kesehatan Ternak

‎Menurut dia, selama ini peran BPP tidak hanya sebatas pusat koordinasi, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memastikan program pemerintah dapat diterapkan secara optimal di tingkat petani dan peternak. Pendampingan yang berkelanjutan, kata Soleh, menjadi faktor kunci dalam menjaga keberhasilan program, khususnya Inseminasi Buatan (IB).

‎“Keberadaan tim monev ini sangat membantu kami di lapangan, karena ada evaluasi langsung sekaligus arahan teknis yang bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Soleh saat ditemui di BPP Moramo.

‎Ia menjelaskan, capaian program IB di wilayah Moramo menunjukkan tren positif, meski masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu mendapat perhatian serius. Di antaranya adalah keterbatasan pengetahuan peternak terkait manajemen reproduksi serta belum meratanya pemahaman tentang pentingnya pakan berkualitas.

‎Soleh menambahkan, peran desiminator juga sangat menentukan dalam keberhasilan IB. Oleh karena itu, koordinasi antara penyuluh, desiminator, dan peternak harus terus diperkuat agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

‎“Yang paling penting adalah kesinambungan pendampingan. Peternak tidak bisa dilepas begitu saja setelah program berjalan, tetapi harus terus dibina agar hasilnya maksimal,” katanya.

Kepala BPP Kecamatan Moramo Moh. Soleh saat wawancara dengan wartawan media ini. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Lebih jauh, ia menilai bahwa peningkatan kapasitas peternak harus menjadi prioritas dalam setiap program yang dijalankan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah ternak yang di inseminasi, tetapi juga dari kemampuan peternak dalam mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

‎BPP Moramo berkomitmen terus mendorong pelaksanaan penyuluhan secara rutin, baik melalui pertemuan kelompok maupun kunjungan langsung ke kandang-kandang ternak. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memastikan informasi dan teknologi dapat diterima dengan baik oleh peternak.

‎“Harapan kami, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, penyuluh, dan peternak, sektor peternakan di Moramo dapat berkembang lebih baik dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGA :  Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Laksanakan Monev Di Kecamatan Wolasi ‎

‎Sementara itu salah satu petani peternak asal Kecamatan Moramo, Arman, mengatakan keberhasilan usaha berternak sapi yang di lakoninya tidak terlepas dari kehadiran penyuluh dan desiminator diwilayahnya yang  Kontinyu dalam memberikan arahan kepada dirinya dan para peternak lainnya.

‎Menurut Arman, program yang dijalankan DPKH telah membawa perubahan signifikan dalam pola beternak di wilayahnya. Jika sebelumnya banyak peternak mengandalkan cara tradisional, kini mulai beralih ke metode yang lebih terukur, termasuk dalam hal reproduksi dan kesehatan ternak.

‎“Saya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan DPKH, karena kami sebagai peternak benar-benar merasakan manfaatnya secara langsung,” ujar Arman.

‎Ia menjelaskan, program IB yang diterapkan di wilayahnya tidak hanya meningkatkan kualitas ternak, tetapi juga memberikan harapan baru bagi peternak untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di masa depan. Arman mengaku, setelah mendapatkan pendampingan, ia semakin memahami pentingnya menjaga kualitas indukan dan pola pemeliharaan yang baik.

‎Selain itu, pelayanan kesehatan hewan yang rutin dilakukan juga dinilai sangat membantu peternak dalam mencegah penyakit. Dengan adanya pemeriksaan dan pemberian vitamin secara berkala, kondisi ternak menjadi lebih terjaga dan produktivitas meningkat.

‎“Kami sangat salut dengan perhatian pemerintah melalui DPKH, karena petugasnya aktif turun langsung ke lapangan dan tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik,” katanya.

‎Arman menambahkan, kehadiran petugas yang responsif membuat peternak tidak lagi merasa berjalan sendiri. Setiap kendala yang dihadapi dapat segera dikonsultasikan dan ditangani dengan cepat, sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.

‎Ia juga menilai bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan pemerintah menjadi langkah tepat untuk memastikan program berjalan sesuai dengan kebutuhan peternak. Melalui kegiatan tersebut, peternak dapat menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi di lapangan.

‎“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena sangat membantu kami dalam mengembangkan usaha ternak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” pungkasnya.

Editor: Anugerah

Komentar