Tingkatkan Bobot Sapi Tanpa Pakan Mahal, Disnak Keswan Konsel Kenalkan Teknologi UMB Berbasis Bahan Lokal di Ranomeeto Barat

Konawe Selatan183 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM –  Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) memfokuskan upaya penyelamatan pakan ternak di tengah ketidakpastian iklim dengan memperkenalkan teknologi Urea Molasses Block (UMB).

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan demonstrasi plot (demplot) pembuatan UMB yang digelar di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Jumat (30/10/2026).

Program ini memanfaatkan pengolahan limbah pertanian sekitar yang dipadukan dengan bahan-bahan lokal untuk diubah menjadi blok suplemen nutrisi berkadar gizi tinggi bagi ternak sapi potong.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan Irwan Hasanuddin Silondae, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Jufri Alhuda serta Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Mila Hamriani, selaku Project Leader Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 22.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, mengungkapkan bahwa inovasi UMB dirancang untuk memangkas biaya operasional peternak dalam mencari pakan, terutama saat musim kemarau panjang. Selama ini, kelangkaan rumput hijauan sering memaksa peternak mencari pakan hingga ke luar wilayah desa.

“Bahan-bahan campuran pembuatan UMB ini sangat mudah didapatkan di toko tani maupun dari potensi bahan lokal di sekitar kawasan pemukiman peternak dengan biaya yang sangat terjangkau. Melalui pembuatan UMB, peternak memiliki cadangan pakan yang efisien dan dapat disimpan tahan lama hingga satu tahun jika disimpan dengan benar,” jelas Irwan Hasanuddin Silondae.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan Irwan Hasanuddin Silondae, SP., M.Si., saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi dan demonstrasi plot (demplot) pembuatan UMB yang digelar di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Jumat (30/10/2026). Foto: Istimewa

Irwan menambahkan, UMB memiliki fungsi strategis sebagai suplemen pakan yang dapat meningkatkan nafsu makan serta menambah bobot badan ternak secara efektif.

Sebagai salah satu daerah yang ditetapkan sebagai wilayah sumber bibit sapi Bali dan penyedia sapi potong berdasarkan Keputusan Menteri, penggunaan UMB menjadi solusi teknis untuk memperkuat ketahanan pakan daerah.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Disnak Keswan Konsel, Jufri Alhuda, memaparkan teknis penggunaan UMB pada ternak. Satu unit UMB diproduksi dengan cetakan seberat 500 gram (setengah kilogram) untuk kebutuhan satu ekor ternak.

“Satu cetak UMB ukuran setengah kilo ini mampu bertahan selama dua hingga tiga bulan pemakaian rutin dengan metode dijilat oleh ternak. Formulasinya tidak hanya aman untuk sapi, tetapi juga dapat diaplikasikan pada ternak lain seperti kambing dan babi,” tutur Jufri Alhuda.

Proses demonstrasi plot (demplot) pembuatan Urea Molasses Block (UMB) di Desa Sindang Kasih, Kecamatan Ranomeeto Barat, Jumat (30/10/2026). Foto: Istimewa

Dari sisi efisiensi sumber daya, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana sekaligus Project Leader, Mila Hamriani, menjelaskan bahwa inovasi ini berfokus pada optimasi potensi limbah di wilayah pertanian agar tidak terbuang sia-sia.

“Limbah pertanian yang tadinya tidak terpakai dikemas sedemikian rupa dan dicampur dengan konsentrat urea serta bahan lokal hingga menjadi suplemen bernutrisi. Mengenai anggapan bahwa pemberian urea dapat membahayakan ternak, hal itu tidak benar selama formulasi dan pencampurannya mengikuti standar takaran yang tepat,” tegas Mila Hamriani.

Melalui program Aksi Perubahan bertajuk “Optimalisasi Kualitas dan Efisiensi Pakan Sapi Potong Melalui Teknologi Adaptif Berbasis Bahan Lokal pada Pembuatan Urea Molasses Block (UMB)” ini, Disnak Keswan Konsel merencanakan pengusulan alokasi program prioritas pada APBD 2027 mendatang. Rencana tersebut ditargetkan dapat menjangkau kelompok peternak di seluruh 25 kecamatan se-Kabupaten Konawe Selatan.

Editor: Redaksi

Komentar