58 Siswa di Kendari Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Makan Menu MBG

Uncategorized12 Dilihat

 

 

KENDARI, KABARTERKINISULTRA.COM – Sebanyak 58 siswa Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Aksar Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilarikan ke rumah sakit, Jumat (18/9/2026) malam

Puluhan siswa-siswi diduga keracunan makanan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubanga, Kecamatan Baruga.

Berdasarkan data yang diterima media ini, SPPG yang dikelola Yayasan Bina Sultra Abadi tersebut siap bertanggung jawab penuh atas insiden keracunan massal yang dialami siswa-siswa MA dan MTs Al Askar Kota Kendari.

Insiden bermula dari pengolahan menu MBG pada Jumat pagi dengan lauk utama olahan ikan tuna balado. Berdasarkan laporan kronologi, bahan baku ikan tuna sebanyak 256 kilogram telah diterima sejak Kamis (17/9/2026) dalam kondisi segar, lalu dipotong, dimarinasi, dan disimpan di dalam lemari pendingin (freezer).

Proses produksi dan pemorsian dilakukan dalam empat tahap. Pengolahan tahap terakhir (tahap 4) yang ditujukan untuk beberapa sekolah—termasuk MA dan MTs Al Askar, SMPN 23 Kendari, dan SDN 92 Kendari, selesai dimasak pukul 11.42 Wita dan didistribusikan pada pukul 12.50 Wita.

Sekitar pukul 14.00 Wita Penanggung Jawab Person in Charge (PIC) dari SDN 92 Kendari melaporkan hasil uji organoleptik yang menunjukkan adanya reaksi gatal pada bibir setelah menguji sampel ikan tuna.

Menerima laporan tersebut, pihak SPPG langsung menginstruksikan agar paket makanan di SDN 92 Kendari tidak dibagikan dan menarik seluruh paket distribusi tahap terakhir.

Namun, paket makanan di MA dan MTs Al Askar terlanjur dikonsumsi oleh sebagian siswa. Tak lama kemudian, pada pukul 14.30 Wita muncul laporan pertama mengenai siswa yang mengalami pusing dan mual.

Petugas SPPG bersama pengawas gizi segera mendatangi lokasi untuk memindahkan para korban ke fasilitas kesehatan terdekat secara bertahap.

Hingga Jumat malam, total 7 orang telah diperbolehkan pulang, sementara 51 siswa lainnya masih mendapat perawatan intensif.

Berdasarkan analisis internal SPPG, ditemukan bahwa tim divisi persiapan menumpuk seluruh bahan baku ikan yang telah dimarinasi ke dalam satu lemari pendingin (freezer).

Kondisi ini disinyalir membuat bahan baku di tumpukan paling bawah yang diolah pada tahap ke-4, tidak berada dalam suhu penyimpanan yang aman. Selain itu, uji organoleptik di tingkat sekolah penerima dilaporkan tidak berjalan optimal sebelum makanan dikonsumsi.

Sementara itu, Kepala SPPG Watubangga, Sabdi Rasyid tidak merespons saat hendak konfirmasi awak media ini. Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG belum memberikan keterangan resmi mengenai keracunan massal siswa-siswi MA dan MTs Al Aksar Kota Kendari.

Editor: Anugerah

Komentar