Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Laksanakan Monev Di Kecamatan Wolasi ‎

Konawe Selatan146 Dilihat

‎KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melaksanakan monitoring dan evaluasi calon penerima bantuan ternak babi serta evaluasi hasil Inseminasi Buatan (IB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan produksi peternakan masyarakat.

‎Kegiatan dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Wolasi. Hadir dalam agenda tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pembibitan dan Produksi, Kepala BPP Wolasi, para desiminator, serta masyarakat yang menjadi calon penerima bantuan.

‎Sejumlah aspek menjadi perhatian dalam monitoring tersebut, mulai dari kesiapan kandang, ketersediaan pakan, hingga komitmen peternak dalam mengelola ternak secara berkelanjutan. Pemerintah daerah menilai, ketepatan sasaran bantuan sangat menentukan keberhasilan program di lapangan.

‎Di sisi lain, evaluasi hasil Inseminasi Buatan (IB) juga dilakukan untuk mengukur capaian program peningkatan populasi dan mutu genetik ternak. Hasil evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan kebijakan teknis ke depan, terutama dalam memperkuat layanan reproduksi ternak di tingkat peternak.

‎Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Jufri Alhuda, mengatakan monitoring dan evaluasi tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari pengawasan agar program berjalan sesuai tujuan.

‎“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” kata Jufri kepada awak media ini, Selasa, (07/04/2026).

BACA JUGA :  DPKH Konsel Monev di Kecamatan Konda, Evaluasi Program IB dan Kesehatan Ternak

‎Ia menambahkan, evaluasi IB menjadi instrumen penting untuk melihat capaian sekaligus hambatan yang dihadapi di lapangan.

‎“Dari evaluasi ini, kami bisa mengetahui tingkat keberhasilan program sekaligus mengidentifikasi kendala yang perlu segera ditangani,” ujarnya.

‎DPKH Konawe Selatan menegaskan akan terus melakukan pendampingan kepada peternak, termasuk melalui penyuluhan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah berharap, langkah tersebut dapat memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat di daerah.

‎Sementara Itu Kepala BPP Wolasi, Unun, mengatakan dirinya terus berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat khususnya Petani Peternak dalam memahami kendala yang dihadapi terkhusus ternak-ternak yang rentan terhadap penyakit.

‎”Kami terus berkomitmen untuk memfasilitasi kendala-kendala Petani Peternak, seperti konsultasi kesehatan hewan, hingga kelompok peternak yang belum memiliki legal hukum,” bebernya.

Kepala BPP Kecamatan Wolasi, Unun. Foto: Kabarterkinisultra.com

 

‎Hal Serupa disampaikan Desiminator Kecamatan Wolasi, Mujianto, menyebutkan bahwa pelaksanaan IB menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketersediaan stok ternak, khususnya sapi, di Kabupaten Konawe Selatan.

‎Menurut dia, program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah ternak, tetapi juga kualitas genetik yang lebih baik. Hal ini diharapkan dapat berdampak pada peningkatan produktivitas peternak di tingkat lokal.

BACA JUGA :  DPKH Konsel Gelar Vaksinasi Dan Pemberian Vitamin Sapi Ternak di Kecamatan Ranomeeto 

‎“Sejauh ini sudah ada 11 petani peternak yang melaksanakan IB di wilayah kami. Ini menjadi langkah awal untuk menjaga dan meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi di Konawe Selatan,” kata Mujianto, saat ditemui di Wolasi, belum lama ini.

Desiminator Kecamatan Wolasi, Mujianto. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Ia menambahkan, pelayanan IB akan terus dioptimalkan agar semakin banyak peternak yang terlibat. Selain itu, pendampingan teknis juga dilakukan secara berkala guna memastikan keberhasilan program tersebut.

‎Selain pelaksanaan IB, petugas di lapangan juga aktif melakukan upaya pencegahan penyakit melalui pemberian vitamin kepada ternak. Kegiatan ini dinilai penting untuk menjaga kondisi kesehatan hewan agar tetap produktif.

‎Mujianto menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari pelayanan rutin yang diberikan kepada petani peternak di wilayahnya. Dengan kondisi ternak yang sehat, risiko kematian dan penurunan produktivitas dapat ditekan.

‎“Tidak hanya IB, kami juga rutin melakukan penyuntikan vitamin kepada ternak. Ini penting untuk menjaga kesehatan hewan agar tetap produktif dan mendukung peningkatan populasi,” Pungkasnya.

‎Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor peternakan di Konawe Selatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani peternak secara berkelanjutan.

Editor: Anugerah

Komentar