Disnakkeswan Konsel Salurkan 8 Ekor Kambing Peranakan Etawa untuk Kelompok Eka Cipta di Desa Anggokoti

Konawe Selatan155 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus memperkuat pembangunan sektor peternakan sebagai salah satu strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di pedesaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan ternak kambing peranakan Etawa oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Konawe Selatan kepada Kelompok Eka Cipta di Desa Anggokoti, Kecamatan Buke, pada Rabu (10/6/2026).

Sebanyak 8 ekor kambing peranakan Etawa diserahkan kepada kelompok penerima manfaat sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong tumbuhnya usaha peternakan rakyat yang produktif dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, mengatakan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar penyaluran ternak, tetapi merupakan investasi jangka panjang yang diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok penerima sehingga mampu berkembang biak dan menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan, sebelum bantuan disalurkan, kelompok penerima terlebih dahulu melalui tahapan Verifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kesiapan kelompok dalam mengelola bantuan yang diberikan.

Tim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan verifikasi terhadap kelompok penerima, mulai dari kelengkapan administrasi, kesiapan kandang, ketersediaan pakan, hingga kemampuan peternak dalam memelihara ternak kambing.

BACA JUGA :  Desa Alengge Agung Terima Bantuan Kambing, Dinas Peternakan Konsel Dorong Produktivitas Masyarakat

Selain itu, salah satu persyaratan yang wajib dipenuhi adalah kelompok penerima harus terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian) sebagai dasar penetapan penerima bantuan pemerintah.

“Seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dikelola secara optimal oleh masyarakat,” jelasnya.

tim selektor melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan ternak sebelum didistribusikan. Foto: Istimewa

Irwan menambahkan bahwa kualitas ternak juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah sebelum proses distribusi dilakukan.

“Kami tidak ingin bantuan hanya sebatas diserahkan, tetapi juga harus memiliki kualitas yang baik agar dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Jufri Alhuda mengatakan bahwa seluruh kambing yang disalurkan telah melalui proses seleksi yang ketat oleh tim teknis.

Menurutnya, tim selektor melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kondisi fisik dan kesehatan ternak sebelum didistribusikan kepada kelompok penerima.

“Kambing yang disalurkan merupakan kambing peranakan Etawa yang telah memenuhi spesifikasi dan persyaratan yang ditetapkan. Usianya minimal lima hingga enam bulan, memiliki tinggi badan sekitar 50 hingga 60 sentimeter, serta dipastikan dalam kondisi sehat,” ujar Jufri.

BACA JUGA :  Desa Wowaraha Terima Bantuan 38 Ekor Kambing Etawa, Langkah Disnakkeswan Konsel Perkuat Sentra Peternakan Rakyat
Tim Selektor DPKH Konsel melakukan pengukuran dan pengecekan kondisi kesehatan hewan ternak Kambing Etawa untuk memastikan telah memenuhi spesifikasi untuk disalurkan ke masyarakat penerima bantuan. Foto: Istimewa

Ia menjelaskan, proses seleksi tersebut menjadi langkah penting untuk menjamin keberhasilan program pengembangan peternakan di tingkat masyarakat.

“Tim selektor memastikan bahwa ternak yang disalurkan benar-benar layak untuk dikembangkan. Dengan demikian, kelompok penerima memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas usaha peternakannya,” jelasnya.

Jufri berharap kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan menjadikan peternakan sebagai salah satu usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Bantuan ini harus dipelihara dengan serius. Jika dikelola dengan baik, populasi ternak akan terus bertambah dan tentunya akan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan sendiri terus mendorong penguatan sektor peternakan sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.

Selain memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, sektor peternakan juga dinilai mampu mendukung ketahanan pangan serta menciptakan lapangan usaha baru di pedesaan.

Melalui program bantuan ternak yang dilakukan secara terukur dan berbasis verifikasi, pemerintah berharap masyarakat dapat menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi produktif di daerah masing-masing.

Kedepan, pemerintah juga akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok penerima agar bantuan yang telah diberikan dapat berkembang secara optimal.

Editor: Redaksi

 

Komentar