Genjot Ekonomi Masyarakat, Dinas Peternakan Konawe Selatan Serahkan Bantuan 30 Ekor Babi di Desa Monapa

Konawe Selatan187 Dilihat

KONSEL, KABARTEKINISULTRA.COM – Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan penyaluran bantuan ternak babi kepada masyarakat di Desa Monapa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan, pada Kamis (21/5/2026).

Bantuan sebanyak 30 ekor ternak babi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Jufri Alhuda, kepada kelompok penerima manfaat yang telah melalui proses seleksi dan verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Konawe Selatan, Irwan Hasanuddin Silondae, menjelaskan bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan rakyat yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima.

“Seluruh ternak yang disalurkan telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan sesuai spesifikasi yang ditetapkan. Penyerahan dilakukan langsung kepada anggota kelompok penerima di Desa Monapa dengan didampingi tim dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan,” ujarnya.

Kondisi ternak Babi sebelum disalurkan telah melalui proses seleksi dan pemeriksaan sesuai spesifikasi. Foto: Istimewa

Menurutnya, sebelum bantuan disalurkan, pihak dinas terlebih dahulu melaksanakan proses Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) guna memastikan kelompok penerima benar-benar layak menerima bantuan.

BACA JUGA :  Sengketa Lahan 28 Hektare, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Bukti Peta dan Koordinat PT Merbau

“Kelompok yang menerima bantuan harus terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian). Hal ini penting untuk menghindari terjadinya tumpang tindih penerimaan bantuan pada tahun-tahun berikutnya. Selain itu, anggota kelompok juga harus memiliki kemampuan dasar dalam pemeliharaan ternak babi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, kelompok penerima juga diwajibkan menyiapkan kandang yang layak, ketersediaan pakan, serta memiliki komitmen untuk menjaga kesehatan ternak.

“Peternak harus menyiapkan kandang dan pakan yang memadai. Selain itu, jika terdapat gejala penyakit atau masalah kesehatan pada ternak, penerima wajib segera melaporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat,” tambahnya.

Irwan menegaskan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap ternak yang telah disalurkan.

Apalagi di Kecamatan Mowila telah tersedia Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) yang dapat memberikan layanan kesehatan hewan secara cepat dan terkoordinasi.

“Kami tetap melakukan pengawasan secara berkelanjutan. Jika ada kendala kesehatan pada ternak, masyarakat dapat langsung melapor ke Poskeswan maupun ke Dinas Peternakan agar segera dilakukan penanganan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa program bantuan ternak babi tahun 2026 tidak hanya dilaksanakan di Desa Monapa. Pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan serupa di wilayah Kecamatan Wolasi dengan jenis ternak yang berbeda.

BACA JUGA :  DPMPTSP-MPP Konsel Jadi Percontohan, Terima Kunjungan Benchmarking dari Kolaka Utara

“Kalau di Desa Monapa yang disalurkan adalah bibit ternak babi berusia sekitar 5 hingga 6 bulan. Sedangkan di Kecamatan Wolasi berupa calon indukan dengan usia sekitar 9 hingga 10 bulan. Jadi terdapat perbedaan dari sisi umur, postur, dan bobot ternak,” terangnya.

Sementara itu, Jufri Alhuda mengatakan bahwa program bantuan ternak merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor peternakan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat dapat memelihara bantuan ternak ini dengan baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Jika dikelola secara serius, usaha peternakan babi memiliki potensi ekonomi yang sangat menjanjikan karena tingkat reproduksinya cukup tinggi,” ujar Irwan.

Sebanyak tiga puluh ekor bibit Babi berumur lima bulan disalurkan kepada masyarakat Desa Monapa, Kecamatan Mowila, Konsel. Foto: Istimewa

Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Konawe Selatan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera (SETARA) melalui penguatan sektor-sektor produktif di pedesaan.

“Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Harapan kami, bantuan ini dapat menjadi sumber penghasilan baru yang mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Komentar