Harhubnas ke-55, KUPP Molawe Dorong Akselerasi Pelayanan Laut dan Keselamatan Pelayaran Konut

Konawe Utara13 Dilihat

KONUT, KABARTERKINISULTRA.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) gelar apel dalam memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55, Kamis (17/9/2026).

Apel dipimpin Kepala KUPP Molawe Capt. Mastri Tulak melalui Kasi Kesyabandaran Capt. Sorindra dan dihadiri seluruh pegawai KUPP Molawe.

Dalam pidatonya, Capt. Sorindra mengatakan peringatan Harhubnas tahun ini menjadi momentum penting bagi insan perhubungan, khususnya di KUPP Molawe untuk memperkuat komitmen meningkatkan pelayanan keselamatan aktivitas pelayaran di laut Konut.

“Momentum Harhubnas ke-55 ini hendaknya menjadikan seluruh insan perhubungan semakin solid dan profesional dalam menjalankan tugas. Fokus utama kami adalah menjaga keselamatan pelayaran serta mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha maritim di Konut,” kata dia.

Pada kesempatan ini juga, Capt. Sorindra membacakan pidato resmi Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dengan mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”.

BACA JUGA :  PT MOM Siap Buka Dalang Dibalik Penambangan Ilegal di Wilayah Konsesinya

Menhub menekankan bahwa transportasi bukan sekadar urusan kendaraan dan penyediaan infrastruktur fisik. Transportasi adalah urusan menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, hingga sentra produksi dengan pasar. Lebih dari itu, sektor ini menghadirkan negara hingga ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).

“Sebuah pelabuhan dapat mengubah kehidupan satu pulau. Penerbangan perintis mempersingkat perjalanan berhari-hari menjadi hitungan jam, dan sistem logistik yang efisien membuat hasil petani serta nelayan sampai ke masyarakat dengan harga yang lebih wajar,” tegas Menhub dalam amanatnya yang dibacakan Capt.Sorindra.

Kebijakan ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti pentingnya konektivitas antara pusat-pusat produksi dan permukiman warga. Langkah ini dinilai vital untuk menurunkan biaya angkut dan logistik nasional sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

BACA JUGA :  PT MOM Siap Buka Dalang Dibalik Penambangan Ilegal di Wilayah Konsesinya

Menghadapi tantangan ke depan, Menhub merinci empat fokus utama insan perhubungan, pertama menjaga konektivitas masyarakat di wilayah 3T, kedua mendorong transportasi publik menjadi pilihan utama yang layak dan nyaman.

Ketiga, memudahkan akses perjalanan masyarakat dari pintu ke pintu (door-to-door), keempat memperbaiki sistem logistik guna memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian.

Selain penguatan layanan, transformasi digital dan pemanfaatan teknologi diarahkan untuk meningkatkan keselamatan, kepatuhan, serta ketertiban sistem logistik.

Meski demikian, Menhub mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan publik pada akhirnya tetap bergantung pada sumber daya manusia.

“Seluruh insan perhubungan diimbau untuk tidak sekadar menghafal 5 Citra Manusia Perhubungan, melainkan mempraktikkannya dalam tugas sehari-hari melalui sikap tanggap, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap keselamatan jasa transportasi,” tutupnya.

Editor: Anugerah

Komentar