Jamin Kesehatan Hewan Kurban, DPKH Konsel Awasi Ketat Peredaran Ternak ‎

Konawe Selatan203 Dilihat

‎KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terus memperkuat komitmennya dalam memastikan kesehatan dan keamanan ternak yang beredar wilayah Konsel

‎Upaya terus dilakukan melalui peningkatan pengawasan lalu lintas ternak, baik yang masuk maupun keluar dari wilayah Konsel, langkah tersebut dinilai penting guna menjamin kualitas hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat.

‎Kepala DPKH Konsel, Irwan Hasanudin Silondae, mengatakan bahwa Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Konsel Nomor 5 Tahun 2022 tentang Pengaturan Lalu Lintas Ternak dan Bahan Asal Ternak serta Surat Himbauan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Perihal Mitigasi Risiko Penyakit Hewan Menular/ Zoonosis dan Peningkatan Kesejahteraan Hewan pada Penyelenggaraan HBKN Idul Adha 1447 H/2026.

Sehingga pengawasan ini merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam melindungi ternak hewan masyarakat dari potensi penyebaran penyakit hewan.

‎“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan bahwa ternak yang beredar, khususnya menjelang Idul Adha, benar-benar sehat dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ujarnya saat ditemui diruang kerjanya. Rabu, 22/4/2026.

‎‎lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim teknis yang akan melakukan pemeriksaan langsung dilapangan, termasuk di titik-titik keluar masuk ternak.

‎”Setiap ternak yang akan dimobilisasi, khususnya menuju wilayah perkotaan, maupun melintas diwilayahnya Konsel wajib dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari petugas berwenang, hal ini bertujuan memastikan bahwa ternak dalam kondisi bebas dari penyakit,” jelasnya.

BACA JUGA :  IAI Rawa Aopa Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Sebut Isu Digiring dan Tidak Berkaitan dengan Kampus
Sapi Kurban Peternak Asal Konawe Selatan Yang memenuhi Syarat Khusus Untuk Dijadikan Sapi Kurban Presiden 2026, Dengan Bobot 800 Kilogram. Foto: Kabarterkinisultra.com

Selain itu, Irwan menyebut terdapat tiga titik posko pengawasan lalulintas ternak, serta akan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat kemanan dan Satuan Polisi Pamong Praja.

‎”Untuk saat ini perencanaan baru 3 titik yakni, Kecamatan Ranomeeto, Konda, dan Moramo, kami juga akan berkoordinasi dengan pihak Dishub serta Satpol PP,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi, Jufri Alhuda, menjelaskan bahwa pihaknya turut memastikan kualitas ternak dari sisi pembibitan dan produksi.

‎“Insyallah sapi – sapi kita dalam kondisi sehat, kami juga mendorong peternak untuk lebih memperhatikan kesehatan dan kualitas ternaknya sejak dini, upaya yang dilakukan DPKH merupakan upaya pencegahan,” kata Jufri.

Kabid Pembibitan dan Produksi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Konawe Selatan, Jufri Alhuda. Foto: Istimewa

Menurutnya, pengawasan lalu lintas ternak tidak hanya bertujuan untuk mencegah penyakit, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan dan harga ternak dipasaran.

‎Kemudian, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Majid Riady, menekankan pentingnya aspek kesehatan masyarakat veteriner dalam proses distribusi ternak.

‎Majid menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi fisik ternak, termasuk tanda-tanda klinis penyakit serta kelayakan sebagai hewan kurban.

‎“Setiap ternak yang dinyatakan sehat akan diberikan surat keterangan sebagai bukti bahwa ternak tersebut layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Sehingga apabila ditemukan adanya hewan ternak yang tidak memiliki dokumen kesehatan ternak pihak DPKH Konsel bakal menghentikan kendaraan yang memuat ternak dan dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan ternaknta. Langkah preventif ini dapat menjaga penularan penyakit hewan ternak.

‎“Jika kami menemukan ternak yang dimobilisasi tanpa dokumen kesehatan, tidak akan kami izinkan melintas dan akan kami minta untuk kembali. Sebagai alternatif, petugas kami juga siaga dilapangan untuk melakukan pemeriksaan dan menerbitkan surat keterangan kesehatan ternak,” pungkasnya.

BACA JUGA :  DPMPTSP Konsel Dampingi Monitoring LKPJ 2025, Fokus Transparansi dan Akuntabilitas

Editor: Redaksi

Komentar