Mengenal Lebih Dekat Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, Jaksa Senior yang Masuk Bursa Calon Jaksa Agung

Nasional4 Dilihat

JAKARTA, KABARTERKINISULTRA.COM – Nama Dr. Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha masuk dalam bursa calon Jaksa Agung Republik Indonesia. Jaksa senior yang telah purnabakti itu memiliki rekam jejak lebih dari tiga dekade di Korps Adhyaksa dengan pengalaman di bidang intelijen, tindak pidana khusus, hingga perdata dan tata usaha negara.

Lahir di Denpasar pada 25 Desember 1960, Tjokorda memulai kariernya di Kejaksaan pada 1989 sebagai staf di Cabang Kejaksaan Negeri Klungkung di Nusa Penida. Ia kemudian menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Denpasar sebelum dipercaya menduduki berbagai jabatan di Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan Agung RI.

Selama berkarier, ia pernah menjabat sebagai Kepala Subseksi Pengamanan Investasi dan Produksi pada Kejaksaan Tinggi Bali, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Mataram, hingga Kepala Seksi Ekonomi dan Moneter Kejaksaan Tinggi Bali.

Di tingkat nasional, Tjokorda dipercaya menangani perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Ia juga pernah diperbantukan sebagai jaksa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada masa awal pembentukan lembaga antirasuah tersebut.

Setelah bertugas di bidang tindak pidana khusus, ia melanjutkan pengabdian di Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Di bidang itu, Tjokorda bertugas selama bertahun-tahun hingga dipercaya menjabat sebagai Jaksa Ahli Utama Madya, posisi terakhir sebelum memasuki masa purnabakti pada 1 Januari 2023.

BACA JUGA :  IPMA Soroti KUPP Bungku Lepas Kapal Tongkang Muat Limbah Ban di Tersus Peruntukan Pemuatan BBM

Dari sisi akademik, Tjokorda menempuh pendidikan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, kemudian meraih gelar Sarjana Hukum di Universitas Airlangga. Ia juga menyelesaikan Magister Manajemen di West Coast Institute of Management and Technology, Australia, serta melanjutkan pendidikan pascasarjana hukum di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

Selama mengabdi di Korps Adhyaksa, ia menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Satyalancana Karya Satya X Tahun (1999), XX Tahun (2009), dan XXX Tahun (2019) dari Presiden Republik Indonesia. Selain itu, ia mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan teknis di bidang tindak pidana korupsi, investigasi kehutanan, hukum lingkungan, hingga hak kekayaan intelektual.

Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha dalam dunia penegakan hukum. Kini, namanya masuk dalam bursa calon Jaksa Agung RI dengan bekal pengalaman lebih dari 30 tahun di lingkungan Kejaksaan.

Di luar kiprahnya sebagai penegak hukum, Tjokorda juga didampingi sang istri, Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, SH., MH., MBA, yang dikenal sebagai akademisi sekaligus pemerhati pelestarian tenun dan songket Nusantara.
Anna Mariana lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 1 Januari 1960. Selama lebih dari tiga dekade, ia aktif membina, mengembangkan, dan mempromosikan kain tenun serta songket tradisional Indonesia.

BACA JUGA :  IPMA Soroti KUPP Bungku Lepas Kapal Tongkang Muat Limbah Ban di Tersus Peruntukan Pemuatan BBM

Menurut Anna, pelestarian wastra Nusantara merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa agar tetap dikenal oleh generasi muda.

“Mengedukasi dan memperkenalkan tenun serta songket tradisional kepada generasi muda adalah kewajiban. Ini adalah upaya agar warisan leluhur kita terus hidup, berinovasi, dan tidak punah digilas zaman,” ujar Anna pada 3 Juni 2026.

Karya-karya Anna juga pernah digunakan dalam sejumlah kegiatan kenegaraan, termasuk dikenakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada beberapa kesempatan.

Dengan latar belakang Tjokorda di bidang penegakan hukum serta kiprah Anna Mariana dalam pelestarian budaya, pasangan ini dikenal memiliki kontribusi di bidang masing-masing. Sementara itu, proses penentuan Jaksa Agung tetap menjadi kewenangan Presiden sesuai mekanisme yang berlaku.

Komentar