Sampah Menumpuk di RSU Bahteramas Kendari, Perusahaan Outsourcing Baru Diduga Belum Siap

Kendari70 Dilihat

KENDARI, KABARTERKINISULTRA.COM – Pasca pergantian perusahaan autsourcing kebersihan di Rumah Sakit Umum (RSU) Bahteramas Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), lahir sebuah masalah baru.

Masalah dimaksud yakni, tumpukan kantong sampah terlihat menggunung di sejumlah titik depan gedung perawatan rumah sakit, Kamis (1/1/2026), diduga akibat belum siapnya perusahaan baru penyedia jasa cleaning service yang ditunjuk manajemen rumah sakit.

Pantauan wartawan di lokasi, beberapa jam sebelum kondisi tersebut terlihat, sejumlah petugas kebersihan sempat berkumpul di depan salah satu gedung rumah sakit.

Mereka bertemu dengan pimpinan baru yang difasilitasi pihak manajemen rumah sakit. Salah seorang petugas kebersihan, Dena (46), mengaku dirinya merupakan karyawan yang direkrut oleh perusahaan lama sejak awal 2025.

Namun, perusahaan yang selama ini menaungi dirinya tidak lagi digunakan oleh RSU Bahteramas sebagai penyedia jasa cleaning service.

Pihak rumah sakit disebut telah menunjuk perusahaan baru sebagai penyedia layanan kebersihan. Perusahaan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Januari 2026.

Namun, muncul dugaan perusahaan pemenang penunjukan belum memiliki kesiapan personel maupun peralatan pendukung kebersihan.

Di lokasi rumah sakit, terpantau sejumlah peralatan kebersihan baru telah tersedia. Salah satunya adalah sebuah tong sampah pengangkut yang masih dalam kondisi baru. Tong tersebut digunakan oleh seorang pemuda yang bolak-balik mengangkut sampah dari dalam gedung menuju halaman rumah sakit.

BACA JUGA :  Gugatan Perdata Ditolak MA, P3D Konut Sebut Jhon, Simon dan Andi Uci Dibalik Penambangan Ilegal di PT Bososi

Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, sebagian pekerja memilih belum masuk beraktivitas lantaran kontrak kerja baru belum disodorkan oleh pihak perusahaan penyedia jasa untuk tahun 2026.

Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa rumah sakit masih menggunakan tenaga kebersihan dari perusahaan lama yang memegang kontrak pada 2025.

Dugaan tersebut menguat setelah puluhan petugas kebersihan, mayoritas ibu rumah tangga, dipanggil ke RSU Bahteramas. Mereka dipanggil untuk bertemu dengan pimpinan baru perusahaan penyedia jasa kebersihan dalam pertemuan yang berlangsung di lobi depan rumah sakit.

Dena mengatakan, dirinya bersama rekan-rekan dipanggil untuk bertemu dengan bos baru. Namun, tidak semua pekerja hadir karena hanya sebagian yang dihubungi langsung oleh pihak rumah sakit.

“Kita dihubungi untuk datang, tapi belum ada tanda tangan kontrak ini,” ujar Dena, Kamis (1/1/2026).

Sementara itu, salah seorang pekerja lain yang berstatus ibu rumah tangga mengungkapkan adanya tekanan psikologis terhadap para petugas kebersihan. Menurutnya, para pekerja diminta tetap masuk bekerja meski belum ada kejelasan kontrak maupun besaran gaji.

“Kalau kami tidak datang, kami takut diberhentikan, tapi masalahnya belum ada kontrak dan berapa gajinya kami belum tau,” ujar ibu dua anak tersebut.

Terkait kondisi ini, Plt Direktur RS Bahteramas, dr Syaiful, belum memberikan penjelasan rinci saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon seluler, Jumat (2/1/2026).

BACA JUGA :  13 Narapidana Rutan Kendari Dapat Remisi Perayaan Natal Tahun 2025

Ia meminta agar konfirmasi diarahkan kepada tim seleksi katalog. Menurutnya, tim seleksi memiliki kewenangan dalam menentukan perusahaan penyedia jasa cleaning service melalui sistem katalog.

Kelayakan perusahaan ditentukan berdasarkan dokumen dan penawaran yang diajukan melalui laman resmi.

Salah seorang anggota tim seleksi, Ardi, mengaku enggan berkomentar terkait kondisi tenaga kerja kebersihan di RS Bahteramas. Ia menegaskan bahwa penunjukan perusahaan tidak dilakukan melalui tender.

“Pemilihan perusahaan bukan melalui tender pak, tapi pemilihan katalog yang ditawarkan oleh perusahaan, tim memilih perusahaan berdasarkan katalog yang mereka masukan,” ujar Ardi.

Ardi juga menolak mengungkapkan apakah perusahaan yang ditunjuk telah memiliki kelengkapan personel dan sarana pendukung.

“Soal perusahaan baru yang ditunjuk apakah punya personil atau tidak, bukan kewenangan saya pak, tanya ke ketua tim seleksi katalog nama ibu Nani,” ujarnya.

Nani yang dimaksud Ardi diketahui menjabat sebagai Kepala Bagian Umum RS Bahteramas sekaligus Ketua Tim Seleksi Katalog.

Namun hingga berita ini ditayangkan, Nani belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi wartawan untuk dikonfirmasi terkait kesiapan perusahaan penyedia jasa kebersihan yang baru.

Editor: Anugerah

Komentar