Soal Insiden Expres Bahari 6E, Begini Tanggapan PT Dharma Indah

Kendari60 Dilihat

​KENDARI, KABARTERKINISULTRA.COM – Pihak PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Kendari memberikan penjelasan resmi terkait keributan antara penumpang dan petugas di atas KM Express Bahari 6E, yang sempat memicu perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Insiden tersebut diketahui terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026, saat kapal sedang melayani rute pelayaran Kendari, Raha, Baubau.

​Kepala PT Pelayaran Dharma Indah Cabang Kendari, Ansi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berdasarkan hasil evaluasi internal yang dilakukan pihak manajemen, insiden tersebut dipicu oleh masuknya penumpang tanpa tiket resmi serta kurangnya pengawasan dari kru kapal dalam mengatur posisi duduk penumpang.

​”Adanya ketidak tetidakteraturan penumpang duduk di kursi tidak memiliki tiket resmi serta pengawas ABK yang tidak ketat,” kata Ansi, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA :  Pakar Hukum Minta Jaksa Tak Tebang Pilih di Kasus PT AMIN, Sebut PT Carsurin Tbk Layak Jadi Tersangka

​Menyikapi persoalan ini, pihak perusahaan langsung bergerak cepat melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem pelayanan dan manajemen penumpang. Langkah ini diambil demi menjamin aspek kenyamanan serta keselamatan seluruh pengguna jasa selama pelayaran berlangsung.

​””Yang pertama itu, kelayakan kapal. Dipastikan semua ruangan dingin sudah ber-AC, keberhasilan, dan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal,” kata Ansi.

​Selain pembenahan internal, Ansi juga memberikan imbauan tegas kepada para calon penumpang agar selalu menggunakan jalur pembelian yang sah guna mengantisipasi munculnya masalah serupa di kemudian hari.

​”Untuk kepada masyarakat membeli tiket di loket resmi Pelabuhan Nusantara Kendari atau melalui situs resmi perusahaan. Jangan membeli tiket melalui calo,” tegasnya.

​Pihak PT Pelayaran Dharma Indah berharap langkah evaluasi total ini dapat mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang, sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan mutu pelayanan transportasi laut di wilayah tersebut.

BACA JUGA :  Gaji 9 Eks Pekerja Politeknik Bombana Ditunggak, KSBSI Seret Yayasan Milik Eks Bupati ke DPRD Sultra

​Senada dengan hal itu, Pengawas Internal PT Dharma Indah, Agus, mengakui bahwa insiden di KM Express Bahari 6E murni merupakan bentuk kelalaian lapangan. Setelah menerima teguran langsung dari pemilik kapal, pihaknya berkomitmen penuh untuk memperketat pengawasan terhadap setiap penumpang yang akan naik ke atas kapal.

​Ia juga menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk praktik percaloan, termasuk yang mencatut nama petugas maupun kru kapal.

​”Dan apabila masih ada calo yang membawa atasnamakan petugas, keluarga abk dan sebagainya dia langsung ke pemilik kapal dan akan di beri sangsi yang itu di berhentikan,” kata Agus. (*)

Komentar