DPKH Konsel Gelar Vaksinasi Dan Pemberian Vitamin Sapi Ternak di Kecamatan Ranomeeto 

Konawe Selatan235 Dilihat

‎KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar vaksinasi serta pemberian vitamin terhadap ternak sapi milik warga di Kecamatan Ranomeeto. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kesehatan hewan sekaligus meningkatkan produktivitas ternak masyarakat.

‎Pelaksanaan vaksinasi tersebut menyasar sejumlah kelompok peternak yang tersebar di beberapa desa. Sejak pagi hari, petugas lapangan mulai mendatangi kandang-kandang warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal pada ternak. Pemeriksaan ini meliputi kondisi fisik, suhu tubuh, hingga tanda-tanda penyakit yang berpotensi menular.

‎Setelah dipastikan dalam kondisi layak, sapi kemudian diberikan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Selain itu, petugas juga menyuntikkan vitamin guna menjaga stamina dan mempercepat pertumbuhan ternak. Edukasi singkat turut diberikan kepada peternak mengenai pola pemeliharaan yang baik, termasuk kebersihan kandang dan pemberian pakan bergizi.

‎Kepala Seksi Produksi dan Kesehatan Hewan DPKH Konawe Selatan, Juhartin, turun langsung memantau jalannya kegiatan tersebut. Ia didampingi oleh desiminator Kecamatan Ranomeeto, Ohandi, yang selama ini aktif melakukan pendampingan terhadap peternak di wilayah itu.

‎Menurut Juhartin, kegiatan vaksinasi dan pemberian vitamin merupakan bagian dari program rutin yang terus digencarkan pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas kesehatan ternak. Ia menilai, upaya preventif jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ternak terserang penyakit.

‎“Kami tidak ingin menunggu sampai ternak masyarakat sakit baru bertindak. Pencegahan adalah kunci utama dalam menjaga populasi dan kualitas ternak,” ujar Juhartin saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (07/04/2026).

Tim Monev DPKH Konsel meninjau langsung kondisi kesehatan ternak sapi didalam kandang. Foto: Kabarterkinisultra.com

 

‎Ia menegaskan, keberhasilan sektor peternakan sangat bergantung pada konsistensi dalam menjaga kesehatan hewan. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong peternak untuk aktif berkoordinasi dengan petugas jika menemukan gejala penyakit pada ternaknya.

‎“Kalau ada tanda-tanda yang mencurigakan, segera laporkan. Kami siap turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan cepat agar tidak menyebar ke ternak lain,” katanya

BACA JUGA :  Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Laksanakan Monev Di Kecamatan Wolasi ‎

‎Lebih jauh, Juhartin menyebut bahwa program ini juga berkaitan erat dengan upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, ketersediaan daging sapi yang sehat dan berkualitas menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat.

‎“Kalau ternaknya sehat, produktivitas meningkat. Pada akhirnya, ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi peternak dan ketersediaan pangan hewani bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Tim Monev saat melakukan persiapan pemberian vaksin dan vitamin kepada ternak sapi di Kecamatan Ranomeeto. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Sementara Itu Desiminator Kecamatan Ranomeeto, Ohandi, terlihat aktif mendatangi sejumlah peternak. Ia memeriksa satu per satu ternak yang sebelumnya telah mendapatkan layanan IB, sambil berdialog langsung dengan pemilik ternak mengenai perkembangan kondisi hewan mereka. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada kendala yang terlewatkan.

‎Dalam pelaksanaan tugasnya, Ohandi menekankan bahwa keberhasilan program IB tidak hanya ditentukan saat proses penyuntikan, tetapi juga pada tahap pemantauan pasca-IB. Ia menyebut, keterlibatan aktif petugas di lapangan menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan kepada peternak.

‎“Kami turun langsung untuk memastikan ternak yang sudah di-IB tetap dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gangguan,” ujar Ohandi saat ditemui di sela kegiatan pemantauan.

‎Menurut dia, pemberian vitamin menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi ternak agar tetap stabil dan tidak mengalami stres. Upaya ini juga dinilai mampu meningkatkan peluang keberhasilan kebuntingan pada ternak yang telah di inseminasi.

‎“Penyuntikan vitamin ini rutin kami lakukan sebagai langkah pencegahan, supaya ternak tetap fit dan siap dalam masa kebuntingan,” katanya.

‎Ia menambahkan, komunikasi dengan peternak juga terus dibangun agar setiap perkembangan kondisi ternak dapat segera diketahui. Dengan begitu, jika ditemukan gejala yang tidak normal, penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

‎“Kami juga minta peternak aktif melapor, jadi kalau ada perubahan kondisi ternak bisa segera kami tindak lanjuti di lapangan,” ucapnya.

BACA JUGA :  DPKH Konsel Monev di Kecamatan Konda, Evaluasi Program IB dan Kesehatan Ternak

‎Sementara itu Salah satu peternak sapi di Kecamatan Ranomeeto, Tandi, mengatakan kehadiran petugas di lapangan sangat membantu dirinya dalam merawat ternak yang telah di Inseminasi. Ia mengaku sebelumnya tidak terlalu memahami tahapan perawatan setelah IB, namun kini mulai terbiasa mengikuti arahan petugas.

‎Menurut Tandi, pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada peternak. Hal ini membuat dirinya lebih percaya diri dalam mengelola ternak, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan sapi agar tetap stabil.

‎“Sebelumnya kami hanya tahu ternak disuntik saja, setelah itu menunggu hasil. Sekarang kami sudah lebih paham bagaimana merawat sapi setelah IB,” ujar Tandi saat ditemui di kandangnya.

‎Ia menambahkan, pemberian vitamin yang dilakukan oleh petugas juga memberikan dampak positif terhadap kondisi ternaknya. Sapi yang sebelumnya terlihat lemah, kini menjadi lebih aktif dan nafsu makannya meningkat.

‎“Setelah disuntik vitamin, sapi terlihat lebih sehat dan tidak mudah stres. Ini sangat membantu kami sebagai peternak,” katanya.

‎Tandi juga mengapresiasi keterbukaan petugas yang selalu siap memberikan penjelasan jika peternak mengalami kendala di lapangan. Menurutnya, komunikasi yang terjalin membuat peternak tidak merasa sendiri dalam menjalankan usaha ternaknya.

‎“Kalau ada masalah, kami bisa langsung koordinasi dengan petugas. Jadi kami merasa lebih tenang karena ada yang mendampingi,” Pungkasnya.

‎Dengan adanya program IB yang diiringi pemantauan dan pendampingan intensif, Tandi berharap ke depan populasi sapi di wilayahnya dapat terus meningkat. Ia juga optimistis bahwa kesejahteraan peternak akan ikut terdongkrak seiring dengan meningkatnya hasil produksi ternak.

‎Program ini, menurut dia, bukan hanya soal peningkatan jumlah ternak, tetapi juga perubahan pola pikir peternak menjadi lebih modern dan terarah dalam mengelola usaha peternakan.

Editor: Anugerah

Komentar