DPKH Konsel Monev di Kecamatan Konda, Evaluasi Program IB dan Kesehatan Ternak

Konawe Selatan220 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Kecamatan Konda. Kegiatan ini difokuskan pada penilaian pelaksanaan program Inseminasi Buatan (IB) serta kondisi kesehatan ternak di tingkat peternak.

‎Monev dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Konda dengan melibatkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Pengolahan dan Pemasaran, Kepala BPP Konda, para desiminator, serta petani peternak setempat.

‎Dalam kegiatan tersebut, tim DPKH melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi peternakan warga, mulai dari manajemen pemeliharaan, ketersediaan pakan, hingga upaya pencegahan penyakit. Pemerintah daerah menilai, penguatan aspek teknis di lapangan menjadi kunci dalam menjaga produktivitas ternak.

‎Selain itu, evaluasi terhadap program Inseminasi Buatan menjadi salah satu agenda utama. Penilaian dilakukan untuk melihat perkembangan pelaksanaan IB serta dampaknya terhadap peningkatan populasi dan kualitas genetik ternak, khususnya sapi.

‎Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran, Jufri Alhuda, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan sekaligus pembinaan kepada peternak.

‎“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi peternak,” ujarnya, Selasa (07/04/2026).

Suasana Pemantauan Langsung Kesehatan Ternak Warga Konda Oleh Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Ia menambahkan, evaluasi IB penting dilakukan untuk mengetahui capaian di lapangan sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi peternak.

BACA JUGA :  Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Laksanakan Monev Di Kecamatan Wolasi ‎

‎“Dari evaluasi ini, kami dapat melihat tingkat keberhasilan program sekaligus menemukan hambatan yang perlu segera ditangani,” katanya.

‎DPKH Konawe Selatan, lanjutnya, akan terus memperkuat pendampingan melalui penyuluhan dan peningkatan kapasitas peternak, guna mendukung pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan.

‎Sementara itu Desiminator Kecamatan Konda, Sampun, menyebutkan bahwa pelaksanaan IB di wilayahnya mulai menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, tercatat 23 petani peternak telah mengikuti program tersebut.

‎“Ini menjadi langkah awal dalam menjaga dan meningkatkan populasi ternak, khususnya sapi di Konawe Selatan,” kata Sampun.

Pengecekkan langsung kondisi ternak dan kandang oleh Tim Monev. Foto: Kabarterkinisultra.com

‎Ia menambahkan, selain pelaksanaan IB, petugas juga rutin melakukan penyuntikan vitamin kepada ternak sebagai langkah preventif untuk menjaga kesehatan dan produktivitas hewan.

‎“Upaya ini penting untuk menekan risiko penyakit dan memastikan ternak tetap dalam kondisi prima,” bebernya

‎Hal Senada Juga dikatakan petani peternak asal Kecamatan Konda, Hariadi, mengaku program Inseminasi Buatan (IB) bukan sekadar intervensi teknis dari pemerintah. Di tingkat lapangan, program ini perlahan menjadi tumpuan harapan untuk menjaga keberlanjutan usaha ternak, terutama sapi, yang selama ini menjadi salah satu sumber penghidupannya.

‎Hariadi, mengungkapkan, sebelumnya mereka cukup kesulitan dalam meningkatkan populasi ternak secara cepat. Pola kawin alami dinilai memakan waktu lebih lama dan hasilnya tidak selalu optimal.

‎“Kalau hanya mengandalkan kawin alami, kadang lama. Dengan IB ini, kami berharap hasilnya bisa lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

BACA JUGA :  Bupati Irham Kalenggo Lantik Pejabat Administrator di Konawe Selatan

‎Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan. Ketersediaan pakan, perubahan cuaca, hingga keterbatasan pengetahuan teknis menjadi faktor yang kerap memengaruhi keberhasilan usaha peternakan. Dalam kondisi seperti ini, peran penyuluh dan petugas lapangan menjadi krusial.

‎Petani peternak berharap pendampingan tidak berhenti pada pelaksanaan program semata. Mereka menginginkan adanya keberlanjutan dalam bentuk edukasi, bantuan teknis, hingga akses terhadap pasar.

‎“Kami butuh pendampingan terus, bukan hanya saat ada program. Supaya kami juga paham bagaimana mengelola ternak dengan baik,” kata peternak lainnya.

‎Di sisi lain, upaya pencegahan penyakit melalui pemberian vitamin secara rutin turut diapresiasi. Langkah ini dinilai mampu menekan risiko kematian ternak yang selama ini menjadi kekhawatiran utama petani peternak.

‎Bagi mereka, keberhasilan program tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah ternak, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas dan kesehatan hewan secara berkelanjutan. Dengan kondisi ternak yang sehat, peluang meningkatkan pendapatan pun semakin terbuka.

‎Meski masih diwarnai berbagai keterbatasan, optimisme tetap terjaga di kalangan petani peternak di Kecamatan Konda. Mereka berharap, perhatian pemerintah terhadap sektor peternakan terus diperkuat agar usaha yang mereka jalankan dapat berkembang dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik.

Editor: Anugerah

Komentar