Pelaku UMKM Ngaku Omzet Turun Usai PT WIN Tak Lagi Beroperasi, Warga Berharap RKAB Segera Terbit

Konawe Selatan68 Dilihat

KONSEL, KABARTERKINISULTRA.COM — Terhentinya aktivitas operasional PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) mulai dirasakan semakin berat oleh masyarakat di Desa Torobulu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan.

Dampak paling nyata terlihat dari menurunnya perputaran ekonomi warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas perusahaan dan para pekerjanya.

Salah seorang warga, Ibu Halwiyati, pelaku UMKM di Desa Torobulu, mengungkapkan bahwa sejak aktivitas PT WIN tidak lagi beroperasi, omzet kiosnya mengalami penurunan drastis.

Menurut Halwiyati, sebelumnya para karyawan perusahaan menjadi salah satu pelanggan yang rutin berbelanja di kios miliknya. Namun, kondisi tersebut berubah setelah aktivitas perusahaan berhenti.

“Sekarang sangat terasa. Penghasilan kios turun drastis sejak PT WIN tidak beroperasi. Dulu karyawan sering belanja di sini, sekarang sudah sangat berkurang,” ujar Halwiyati, Selasa (11/8/2026).

Halwiyati mengaku kondisi tersebut membuat dirinya semakin pusing dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai pemilik kios, ia kini harus menanggung berbagai kebutuhan rumah tangga dengan penghasilan yang jauh menurun.

BACA JUGA :  RKAB PT WIN Belum Disetujui, Nasib Pekerja Diujung Tanduk

“Saya pusing, karena biaya keluarga harus ditanggung sendiri. Suami juga susah. Mau kerja berat juga susah. Penghasilan saya hanya dari kios,” katanya.

Beban tersebut, lanjut Halwiyati, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan anak-anak, tetapi juga membantu anggota keluarga lainnya yang ikut bergantung kepadanya.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit, kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan biaya sekolah anak tetap harus dipenuhi.

Halwiyati mengatakan, saat aktivitas PT WIN masih berjalan, perputaran ekonomi di sekitar wilayah tersebut terasa lebih hidup. Kebutuhan makan, biaya sekolah anak, hingga kebutuhan rumah tangga relatif lebih mudah dipenuhi karena pendapatan dari usaha kios masih berjalan.

Namun kini, ketika aktivitas perusahaan berhenti, dampaknya disebut terasa hingga ke kebutuhan paling mendasar.

BACA JUGA :  Kinerja Pelayanan Perizinan Konsel Meningkat, DPMPTSP Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

“Kalau orang tua mau makan mungkin masih bisa ditahan. Tapi kalau anak-anak mau makan, tidak bisa ditunda. Anak-anak mau sekolah, kebutuhan tetap jalan, sementara penghasilan sekarang sudah sangat menurun,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi tersebut segera mendapatkan perhatian, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional PT WIN dapat kembali bergerak.

“Harapan saya, Presiden Prabowo bisa membantu agar persoalan RKAB ini cepat, Kami masyarakat berharap ekonomi bisa kembali stabil seperti dulu. Kami hanya ingin bisa bekerja, berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarga,” tutup Halwiyati.

Terhentinya aktivitas sebuah perusahaan, menurut pengalaman warga seperti Halwiyati, bukan hanya berdampak pada pekerja perusahaan.

Efeknya dapat merambat kepada pelaku usaha kecil, tukang ojek, pedagang, keluarga pekerja, hingga sektor ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Editor: Anugerah

Komentar